Bidan Di Tangkap Ketika Bayi Yang Di Rawat Meninggal

MejaQQ : Bayi Meninggal Ketika Di berikan Susu Formula , Sepasang Suami Istri Melaporkan Bidan Tersebut Ke Polisi Yang Telah Menyebabkan Bayi Mereka Meninggal

Dalam laporan Ramadhona dan Riko ke Polres Sijunjung, Kamis (11/6/2020), oknum bidan tersebut berinisial ES, membuka praktik persalinan mandiri di Nagari Pematang Panjang, Kecamatan Sijunjung, Kabupaten Sijunjung.

Saat memberikan keterangan pada sejumlah wartawan, Jumat (12/6/2020) sore, Ramadhona didampingi Riko dan saudarinya yang merupakan seorang dokter spesialis penyakit dalam di RSUD Sijunjung.

MEJAQQ: AGEN JUDI POKER DOMINOQQ BANDARQ ONLINE TERBESAR DI ASIA

Ibu empat anak ini menegaskan, laporannya ke Polres Sijunjung untuk mencari keadilan bagi bayinya. Ia menduga, bidan ES yang menangani persalinan dirinya telah berbuat lalai dan menganggap remeh saat terjadi perubahan kondisi pada bayinya. Akibatnya, bayi yang merupakan anak keempatnya itu tak terselamatkan.

Ada ketidakwajaran bidan ES saat melakukan tindakan pada bayi saya. Itu terlihat saat memberikan anak saya susu formula dengan sendok teh. Saat itu saya keberatan, karena tiga anak saya sebelumya selalu menggunakan ASI (air susu ibu), dan itupun beberapa hari setelah lahir, bukan susu formula. Namun, bidan ES berkata kalau memberikan susu formula itu agar bayi tidak kuning,” tutur Ramadhona.

Bidan Di Tangkap Ketika Bayi Yang Di Rawat Meninggal

Bidan Di Tangkap Ketika Bayi Yang Di Rawat Meninggal

Diceritakannya, bidan ES memberi bayinya susu formula sekitar pukul 18.00 WIB, atau 12 jam setelah persalinannya (Sabtu, 18 April 2020). Kemudian, pada pukul 19.50 WIB, ia diperbolehkan pulang oleh bidan ES.

Saat dalam mobil menuju rumahnya, Ramadhona sudah mulai merasa ada yang tak beres pada bayinya. Bahkan, setiba di rumah orang tuanya yang tidak jauh dari tempat praktik bidan ES, kondisi bayinya semakin tidak stabil. Dia melihat pada bagiannya tubuh bayinya seperti bibir, kepala dan ujung jari membiru kehitaman.Bandar Online

Melihat kondisi bayinya itu, sekitar pukul 20.00 WIB, Ramadhona bersama suami dan keluarganya yang lain berupaya minta tolong pada seorang bidan lainnya yang bernama Lusi. Setelah diperiksa, diputuskan untuk segera dibawa ke RSUD Sijunjung.

Dari hasil pemeriksaan dokter spesialis anak RSUD Sijunjung, dr. Rahmatul Hajjah, SpA, kata Ramadhona, kondisi saturasi oksigen bayinya hanya 64 persen. Untuk menstabilkan bayi, petugas medis memasang alat bantu pernafasan.

Keesokan harinya, yakni pada Minggu (19/4/2020) pagi, kondisi sang bayi tidak berubah, malah semakin memburuk. Untuk penyelamatan, dokter yang menangani bayi memutuskan untuk merujuk ke NICU RS Bhayangkara, Padang.

Sekitar pukul 08.23 WIB, bayi dilarikan ke Kota Padang dengan didampingi langsung oleh dr. Rahmatul Hajjah, SpA. Setiba di Padang, diperoleh informasi RS Bhayangkara sudah penuh. Kemudian bayi dilarikan ke RS BMC.Dewi Fortun

“Sekitar 15 menit berada di RS BMC, tepatnya pada pukul 12.10 WIB, Minggu (19/4/2020), dokter spesialis anak BMC menyampaikan berita duka pada kami karena kondisi anak saya yang sudah kritis,” sebut ibu muda yang bekerja sebagai asisten apoteker tersebut.

Ia juga berharap, kasus dugaan kelalaian oknum bidan ES itu menjadi pelajaran bagi petugas kesehatan yang lain. Bidan, kata dia, harus paham dan mengerti dengan tanda kedaruratan pada bayi setelah lahir, serta memantau kondisi bayi tanpa menanggap remeh sekecil apapun perubahan kondisi bayi.

MEJAQQ: AGEN JUDI POKER DOMINOQQ BANDARQ ONLINE TERBESAR DI ASIA
Bermain 9 Permainan Hanya Dalam 1 Akun
Dengan Ratting Kemenangan Tinggi
Dan Bonus yang Luar Biasa Disediakan Kepada Membernya
Untuk Informasi Lebih Lanjut Bisa Langsung MenghubungiKontak
yang Disediakan Dibawah Ini
WA 1 : +855975482150
WA 2 : +855977507271
LINE : Mejaqq_official
Link Resmi / LiveChat : Daftar Mejaqq

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: